Keracunan Makanan di India, Polisi Tangkap Kepala Sekolah


VIVAnews - Seorang Kepala Sekolah Dasar Negeri di desa Masrakh, India, yang 22 muridnya tewas akibat keracunan santap siang, ditangkap polisi pada Rabu kemarin. Kepala SD yang bernama Meena Kumari itu ditahan saat dia menuju pengadilan.

Stasiun berita CNN, Kamis 25 Juli 2013 mengungkapkan Kumari menuju ke gedung pengadilan setelah menyerahkan diri ke polisi. Dia telah dimintai keterangan pada Rabu kemarin dan diajukan ke sidang pengadilan pada Kamis ini.

Menurut Kepala Polisi, Sujeet Kumar, suami Kumari yang diduga terlibat kasus keracunan itu, hingga kini masih buron. Kumari telah menjadi buronan polisi sejak 16 Juli kemarin.

Dia dibidik polisi berdasarkan informasi dari juru masak sekolah, Manju Devi, yang ikut menjadi korban keracunan karena mencicipi makanan yang dia masak sendiri. Devi mengaku kepada polisi sebelumnya telah memperingatkan Kumari soal minyak goreng yang digunakan untuk memasak terlihat dan tercium busuk.

Walau sudah diperingatkan, Kumari tetap memaksa Devi untuk terus memasak santap siang tersebut. Minyak goreng yang digunakan untuk memasak itu dibeli dari toko kelontong milik suaminya.

Menteri Besar negara bagian Bihar, Nitish Kumar, berjanji kepada polisi akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap kasus ini. Menurut Kumar, hasil forensik yang diperoleh dari sisa makanan, menunjukkan tingkat pestisida yang ada di dalam makanan itu terlalu tinggi.

Hal itu diperkuat dengan hasil laboratorium yang menunjukkan adanya kandungan organofosforus yang digunakan sebagai insekstisida dalam contoh minyak yang ada di dalam wadah. "Tersangka utama kini telah ditahan dan segala aspek dari kasus ini akan diinvestigasi," ujarnya.

Sementara korban siswa SD yang masih dirawat di RS dilaporkan dalam keadaan stabil. Kumar menyarankan supaya mereka dirawat di sana lebih lama.

Akibat peristiwa keracunan itu, sebanyak 22 anak dilaporkan meninggal. Kematian mereka menimbulkan kemarahan dan demonstrasi dari warga sekitar.  Sebagai aksi protes, orangtua tiga korban memakamkan jenazah anaknya di area dekat sekolah.  (sumber)

No comments:

Post a Comment