Demi Orangtua, Berdagang Asongan Sejak Belia


BERDAGANG ASONGAN/JBC

JAKARTABAGUS.Budi Wijaya (14), bisa jadi satu dan ribuan anak berusia belia yang terpaksa harus berkeliaran di jalanan ibukota. Demi mengais rezeki, sesuatu yang seharusnya tak menjadi tanggung jawabnya. 

Kemiskinan memang menjadi faktor utama yang mendorong para orangtua tega melepaskan anaknya jadi pekerja di jalanan.

Sudah lama Budi tak lagi bisa mencicipi dunia pendidikan. Kesehariannya hingga kini banyak dihabiskan berdagang asongan. Ya beraktivitas seperti layaknya anak jalanan lain.   

"Saya sudah lama jualan disini. Jualan dari jam 8 pagi sampe jam 5 sore untuk bayar kontrakan 250 ribu per bulan. Sehari cuma dapet 30 ribu, kadang cuma 25 ribu," tuturnya yang ditemui tengah duduk di salah satu sudut pinggir kali Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat, Senin siang (25/6).


Ia terpaksa rela meninggalkan bangku sekolah demi membantu kedua orangtuanya yang tinggal Kampung Duri RT 03/RW 05 Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Sebab, penghasilan sang ayah sebagai supir angkutan umum jurusan Kalideres-Kapuk tidaklah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

"Bapak cuma supir angkot, kalau ibu cuma ibu rumah tangga. Saya gak sekolah, abis gak punya biaya," sambung anak semata wayang dari pasangan Herman dan Yani ini. [wid]