| GUNAKAN SKIN YANG SEDERHANA. | <div style='background-color: none transparent;'> <a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'> News Widget </a> </div> | Selamat datang, Ahlan wa sahlan... semoga informasi yang ada di blog sederhana ini bermanfaat dan membawa berkah. Amin. Terima kasih atas kunjungannya, semoga anda tidak bosan...

Trending Topic

class="tr_bq">

Selamat Datang

Selamat datang, Ahlan wa sahlan... semoga informasi yang ada di blog sederhana ini bermanfaat dan membawa berkah. Amin. Terima kasih atas kunjungannya, semoga anda tidak bosan...

Fans Page

Kunjungi Fans Page kami di facebook, dan dapatkan update seputar Kepingan Hati.

TV Online

Jangan beranjak dari blog kami jika hanya ingin menonton TV. Karena blog kami telah dilengkapi fasilitas TV Online. Banyak chanel yang dapat kamu nikmati, mulai dari Trans TV, Trans 7, SCTV, Indosiar dan masih banyak lagi. TV Online Powered by MIVO.TV

Download Center

Download segera software-software kesayangan kamu disini.

Twitter

Ayo ngetweet rame-rame di twitter. Follow us ya guys.. Terima kasih atas kunjungannya.

Showing posts with label Story. Show all posts
Showing posts with label Story. Show all posts

Memilih Pemimpin yang Jujur, Kisah Raja dan Benih Kacang.



Di sebuah kerajaan antah berantah dipimpin seorang Raja yang bijaksana. Hingga suatu ketika sang Raja dihadapkan sebuah masalah dimana satu wilayah kekuasaanya belum menemukan sosok untuk memimpinnya. Menanggapi prihal tsb maka sang Raja pun segera memerintahkan Penasehatnya untuk membuat sayembara untuk memilih sosok pemimpin yang jujur. Mengetahui akan kabar tsb, maka datanglah tiga orang yang berminat menjadi pemimpin wilayah itu. Sampailah mereka di istana dan mereka pun diseleksi langsung oleh sang Raja.

GUS JAKFAR (CERPEN : MUSTOFA BISRI)




Diantara putera-putera Kiai Saleh, pengasuh pesantren "Sabilul Muttaqin" dan sesepuh di daerah kami, Gus Jakfar-lah yang paling menarik perhatian masyarakat. Mungkin Gus Jakfar tidak sealim san sepandai saudara saudaranya, tapi dia mempunyai keistimewaan yang membuat namanya tenar hingga ke luar daerah, malah konon beberapa pejabat tinggi dari pusat memerlukan sowan khusus ke rumahnya setelah mengunjungi Kiai Saleh. Kata Kang Solikin yang dekat dengan keluarga ndalem, bahkan Kiai Saleh sendiri segan dengan anaknya yang satu itu.

Kisah Nyata: Suami Jadi Pengemis, Dan Pengemis Jadi Suami

Ada sebuah kisah nyata yang diambil dari buku Qishasasu Muatsirat Lilfatayat karya Ahmad salim Badwilan. 

Ada seorang wanita yang baru saja dipersunting menjadi istri oleh seorang laki-laki. Lazimnya tradisi di Timur Tengah, saat malam pertama sang istri menyiapkan hidangan pembuka bagi suami. Mereka berkumpul mesra di ruang makan. 

Ilustrasi

Tiba-tiba, keduanya mendengar suara ketukan pintu. Sang suami menghentak dan berkata gusar, “Siapa tamu yang mengganggu ini?”

Kisah Diangkatnya Nabi Isa As ke Surga yang Sebelumnya Diwafatkan di Suatu Tempat Termasuk di Angkatnya Kitab Injil Oleh Alah Swt

Saya coba berbagi ilmu tentang Nabi Isa Al-Mashih a.s terutama saat hari kematian Nabi Allah Isya Al-Mashih a.s menurut Al-Qur’an.
Sebelumnya saya coba mengulas secara singkat tentang kelahiran dan sejarah Nabi Isa a.s. sampai menjadi utusan Allah SWT.
Sepasang suami-istri dari Bani Israel bernama Imran bin Matsan dan istinya Hannah bin Faqudz sudah ber tahun2 berumah tangga namun belum dikaruniai keturunan. Merka selalu bedoa bahkan Hannah bernazar akan menyedekahkan anaknya jika lahir ke Baitul Maqdis ( Majidil Aqsa ) di Palestina. Allah mendengar & mengabulkan doa mereka, maka Hannah istri Imran melahirkan bayi perempuan yang di beri nama Maryam yang artinya “Ibadah” (orang2 Nasarah menyebutnya Maria). Hanna ingat akan nazarnya jika punya anak akan di sedekahkan ke Baitul Maqdis untuk mengabdi. Lalu bayiya di serahkan ke Nabi Zakaria bin Barkhaya yang memang adalah paman Hannah ibu Maryam, untuk kelak Maryam bisa mengabdi di Baitul Maqdis.

Kisah Nabi Isa dan Tiga Potong Roti


Suatu ketika Nabi Isa As melakukan perjalanan dengan di temani oleh seorang Yahudi, dengan membawa bekal tiga kerat roti yang satu dipegang beliau dan yang 2 dibawa oleh temannya tersebut. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh mereka beristirahat disuatu tempat, Nabi Isa berkata "baiklah, kita sudah lelah, mari kita beristirahat disini, mana roti yang kau bawa mari kita makan.
Sebelum memakan roti Nabi Isa As bergegas sholat terlebih dahulu. Dalam hati si yahudi berkata "enak saja, roti yang ku bawa ingin dimakan padahal dia membawa juga satu roti, ah...sebaiknya aku makan dulu roti yg satu ini". Ia pun menjauh dari Nabi Isa yang sedang sholat dan memakan roti yang satu.

Saat Indah Bersamamu

Saat Indah Bersamamu
Mungkin, suatu saat Anda ingin singgah di rumah mungil itu, tentu saja bila tuan rumah mengizinkannya, beberapa saat setelah shalat Ashar. Di sana, sejauh ini, ada pemandangan yang sangat mengesankan di waktu-waktu seperti itu. Pemandangan yang, insyaallah dirindukan oleh mayoritas suami. Siapa tahu bisa menjadi bahan diskusi dengan istri di rumah karena Anda terinspirasi olehnya.
Sebutlah namanya Arini, atau apapun karena nama menjadi tidak penting disini. Seorang ibu rumah tangga sederhana yang istimewa karena telah memesonakan saya atas apa yang dilakukannya. Seorang ratu keluarga yang ingin semua pekerjaan rumah tangganya sudah selesai dikerjakan, bahkan hidangan untuk makan malam nanti, sebelum suami menginjakkan kaki di pintu rumah.
Maka Arini, harus pintar-pintar memenej waktu untuk keinginan sederhananya yang luar biasa itu. Bagaimana mengatur rumah, menyelesaikan tetek bengeknya, memandikan si kecil, hingga membersihkan diri dan menyiapkan hidangan makan malam. Pokoknya dia ingin semuanya beres dan rapi secepat mungkin. Dan hal itu, kini, sudah menjadi kebiasaannya.
Sejak awal pernikahannya, Arini memang telah membiasakan diri untuk menuntaskan pekerjaan domestiknya, sebelum suami tiba di rumah. Dan dia telah berusaha keras untuk memiliki kebiasaan baik ini, meski seringkali tidak mudah. Alhamdulillah, sekarang mulai terasa buahnya. Meski pada praktiknya nyaris mustahil, paling tidak Arini bisa menerapkan prinsip prioritas, sehingga hal-hal yang urgen bisa didahulukan pengerjaannya.
Sebenarnya, ada sebuah rahasia sederhana di balik sikap Arini yang, bagi sebagian orang, termasuk para perempuan sendiri, terlihat ekstrim itu. Arini hanya ingin memiliki waktu berdua sebanyak mungkin bersama suami dengan kualitas terbaik. berbicara dari hati ke hati tanpa gangguan yang berarti.
Arini sangat memahami bahwa pernikahan bukanlah pekerjaan main-main. Sebuah pertaruhan masa depan yang menentukan kualitas hidup sesungguhnya. Ekstrimnya, kenyamanan dan kesengsaraan dalam menjalani hidup, atau kehidupan akan berasa surga atau neraka, sangat dipengaruhi oleh kualitas pernikahan. Oleh bagaimana kita menjalaninya hari demi hari.
Jauh sebelum menikah, Arini sudah mengamati banyak keluarga yang tidak nyaman  menjalani kehidupan berkeluarga, meski di kalangan para aktivis dakwah sekalipun. Sementara masalah yang menghadang datang silih berganti, nyaris tanpa henti. Dengan kerumitan yang semakin bertambah dan bidang yang semakin kompleks. Belum lagi beban pekerjaan rutin harian yang senantiasa berulang dan berpotensi membuat jenuh. Hidup yang sulit sebab terhimpit dilema yang rumit. Bertahan bukanlah hal nyaman dilakukan, sedangkan berhenti terlalu banyak hal yang harus dikorbankan.
Menurut Arini, ada hal-hal yang bisa membuatnya nyaman jika hal itu terjadi pada dirinya. Selain visi pernikahan yang jelas, pilihan pasangan yang pas, juga komunikasi yang intens di antara anggota keluarga. Arini menyebutnya sebagai minyak pada roda. Tampak sepele dan sederhana namun sangat besar manfaatnya.
Semua itu akan mudah dilakukan, bahkan dijadikan kebiasaan jika masing-masing pihak menyadari pentingnya komunikasi dan menjalaninya dengan ringan hati. Hal yang tentu saja membutuhkan kelapangan dada dan ketenangan pikir, agar berjalan dengan lancar dan berkualitas.
Kini, itulah yang diinginkan Arini; memiliki kebersamaan yang menyenangkan, sebanyak dan sesering mungkin, dengan suami tercinta. Kebersamaan berkualitas tinggi yang dirindukannya terjadi setiap hari.Kebersamaan yang diharapkannya menjadi one stop solving atas semua keinginannya tentang pernikahan yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Tempat dimana dia bermanja-manja melabuhkan rasa, mengutarakan keinginan dan harapan, menyampaikan perasaan, saling mendengarkan keluhan, mengurai persoalan, memaknakan perjalanan, dan meneguhkan ketakwaan. Ringkasnya, Arini ingin mengisi hari-harinya dengan ringan dan ceria, nyaman dan menyenangkan, selalu memiliki cukup energi untuk memberikan hal terbaik yang dia bisa.
Dalam hal ini, adakah yang lebih baik daripada dua pribadi yang menyatu, suami istri yang saling berbagi dan saling memberikan dukungan, dalam suka dan duka? Alangkah ringannya kaki melangkah, alangkah indahnya menjalani hari-hari! Dan alangkah banyaknya yang tidak mengerti sehingga melupakan momen-momen seperti ini.
Karena itulah Arini tidak ingin menambah beban suaminya yang sudah sangat berat di luar sana. Kondisi rumah yang kacau dan banyaknya pekerjaan yang belum selesai, alih-alih membuat para suami lapang dada membantu, yang ada malah membuat para suami bertambah emosi. Bukankah para suami itu ingin meletakkan semua penat, beristirahat dengan nyaman dan memulihkan energi untuk esok hari? Hal sama yang sebenarnya diinginkan oleh para istri.
Sungguh, pada Arini saya memperoleh inspirasi. Bahwa masing-masing dari suami dan istri menjalani perannya sendiri-sendiri. Masing-masing harusnya saling memahami dan mengerti bahwa saat bertemu adalah saat istimewa yang harus dinikmati. Bukan mengeluh karena merasa paling penting dan paling berat menjalani perannya, apalagi tidak peduli. Kini, siapa yang ingin memaknai kebersamaan dengan pasangannya sebagai saat-saat indah yang harus dijalani bersama, setiap hari?

Humor: Terlambat 1 Bulan


Seorang istri menyambut suaminya pulang kantor, dengan senyum mesra.

Istri : “Mas aku terlambat satu bulan, kita akan punya bayi. Tapi berhubung tadi aku baru test ke dokter, jangan kasih tau siapapun ya, entar malu kalau nggak jadi”.

Besok paginya ada tukang tagih listrik mengetok pintu. Setelah dibukakan si Tukang Listrik bilang ke Istri……

Humor: Ciuman Terakhir


Seorang preman sedang mengendarai motor Harleynya, ketika melewati seorang gadis cantik bergaun panjang yg sedang berdiri di atas jembatan layang. Ia menghentikan motornya dan bertanya Preman: Apa yg sedang kamu lakukan ?

Sang Gadis :Saya ingin bunuh diri..

Humor: Orang Kaya Yang Baik Hati



Pada suatu hari seorang yang kaya raya mengendarai mobilnya di suatu pedesaan. Ia menghentikan mobilnya ketika ia melihat ada seorang ibu sedang memakan rumput. Ia bertanya pada ibu itu mengapa ia memakan rumput.

Ibu itu dengan sedih berkata, "Ya saya sangat miskin, saya sudah tidak punya apa-apa lagi untuk dimakan."

"Kalau begitu ayo ikut aku ke rumahku."

"Tetapi saya mempunyai tujuh orang anak."

"Dimana mereka?"

Ibu itu menunjuk ke suatu tempat. Di situ ia melihat ada tujuh orang anak yang juga sedang memakan rumput.

"Ayo ajak mereka sekalian."

Mereka pun masuk ke mobil orang kaya itu. Ibu itu yang merasa terharu akan kebaikan orang itu bertanya,
"Pak, apa yang mendorong bapak begitu baik untuk mengajak kami semua?"

Orang itu hanya menjawab, "Kebetulan rumput di rumah saya sudah panjang-panjang."

Suami Istri Sama Aja


Alung sedang jalan2 dihari yang panas untuk nyari udara, ditengah jalan dia bertemu sepasang suami istri sedang mendorong motor, suaminya dorong didepan istrinya dorong dibelakang. Merasa kasihan alung mencoba bertanya sapa tau bisa nolong.

Alung : Kenapa pak, keabisan bensin ya?
Bapak : Engga...

Cinta Sejati



Kisah nyata, bagaimana kebahagiaan dalam hidup tetap sulit dimengerti. 


Pagi itu klinik sangat sibuk, sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Aku menyiapkan berkasnya, memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia  baru  dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.


Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya.
Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, nampaknya cukup baik dan kering. Tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan untuk melakukannya sendiri.

Tiap Pagi, Rasulullah Menyuapi Pengemis Yahudi Buta yang Mencelanya


Di sudut pasar Madinah Al Munawarah, ada seorang Yahudi yang buta. Hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata:

Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir. Apabila kalian mendekatinya, maka kalian akan di pengaruhinya.”
Hampir setiap pagi, Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah katapun Rasul menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad.

Abu Nawas Paling Kaya Raya



Sebagai rakyat kecil, Abu Nawas sering menyelipkan kritikan-kritikan lewat humor-humornya yang jenaka sehingga meski mengena, raja tetapi tak bisa marah dibuatnya. Seperti dalam kisah ini, pasar tempat orang berdagang menjadi heboh gara-gara celotehan Abu Nawas. “Kawan-kawan, hari ini saya sangat membenci perkara yang haq, tetapi menyenangi yang fitnah. Hari ini saya menjadi orang yang paling kaya, bahkan lebih kaya daripada Allah SWT,” ujar Abu Nawas.

Aku Relakan Rambut Ini untuk Kekasihku


Kisah ini berawal dari sebuah pasangan pengantin baru yang miskin. Akan tetapi mereka mempunyai harta warisan yang amat sangat berharga. Sang lelaki mendapatkan warisan sebuah jam tangan yang sangat antik dan mewah, tapi sayang jam tangan itu terpaksa dijual gelangannya karena mereka terhimpit biaya.
Sang istri juga mempunyai keistimewaa yaitu memiliki rambut yang sangat indah dan sangat diimpikan setiap orang.

Tipuan Bodoh Kalahkan Tuan Tanah Pelit


Hari itu puasa Ramadhan menjelang hari keenam. Seperti biasa, Abu Nawas duduk di beranda depan gubugnya sambil menunggu bedug maghrib tiba. Sambil memandang langit biru yang mulai nampak senja, Abu Nawas berpikir bagaimana agar dapur rumahnya agar tetap mengepul.
Sementara itu ada seorang tuan tanah yang rumahnya tak jauh dari rumah Abu Nawas. Sebagai tuan tanah tentu saja mempunyai rumah yang besar. Lengkap dengan seperangkat gudang makanan,lahan peternakan dan kamar. Hampir setiap orang yang berada didaerah itu bahkan Abu Nawas sendiri bekerja dengan tuan tanah itu,bekerja keras setiap hari hari tetapi dengan hasil yang sedikit. Dan bila meminjam bunga denga dirinya maka harus mengembalikan dengan bunga yang sangat tinggi. Tingkat penghisapanya sangat tinggi. Dan sebagai mana tuan tanah, dia mempunyai sifat yang pelit, kikir, tamak dan loba.

Abu Nawas dan Kambing


Di negeri Persia hiduplah seorang lelaki yang bernama Abdul Hamid Al-Kharizmi, lelaki ini adalah seorang saudagar yang kaya raya di daerahnya, tetapi sayang usia perkawinannya yang sudah mencapai lima tahun tidak juga dikaruniai seorang anak. Pada suatu hari, setelah shalat Ashar di Mesjid ia bernazar, “ya Allah swt. jika engkau mengaruniai aku seorang anak maka akan kusembelih seekor kambing yang memiliki tanduk sebesar jengkal manusia”. Setelah ia pulang dari mesjid, istrinya yang bernama Nazariah berteriak dari jendela rumahnya:
Nazariah : “hai, hoi, cuit-cuit, suamiku tercinta, aku sayang kepadamu, ayo kemari, cepat aku ggak sabaran lagi, kepingen ni, cepat, aku kepengen ngomong”

CERITA TENTANG MATAHARI



"Demi matahari dan sinarnya di pagi hari, demi bulan apabila mengiringinya, demi siang apabila menampakannya, demi malam apabila menutupinya (gelap gulita), demi langit serta pembinaannya (yang menakjubkan), demi bumi serta penghamparannya, demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan) Nya, maka dia mengilhamkan kepadanya jalan kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikan (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.."(QS. Asy-Syams  :1-10)

    Suatu hari seorang anak bertanya pada ibunya, “ Ibu, ceritakan aku tentang matahari?”. Dengan lembutnya sang ibu bercerita,

Kisah Abu Nawas,… dosa besar atau dosa kecil… ???


Mau denger cerita… Abu Nawas… ??? Mau.. ??? Mau…??? Mau…??? (koyo iklaan waeee… red.). Oke lanjuuuutt… !!! Abu Nawas dianggap tokoh lucu… namun dianggap juga sebagai tokoh ulama, sufi.. orang Persia lahir tahun 750M di Ahwaz..dan meninggal tahun 819M di Baghdad… !!! Ia mengabdikan diri nya pada Sultan Harun Al Rasyid Raja Baghdad… !!! Karena Abu Nawas juga dianggap seorang ulama.. maka banyak muridnya … dan suatu ketika… ada tiga orang yang menanyakan kepada Abu Nawas pertanyaan yang sama… !!! Pertanyaannya adalah “Manakah yang lebih utama mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil… ???” :D

Baginda Minta Mahkota dari Sorga


Tidak seperti biasa, hari itu Baginda tiba-tiba ingin menyamar menjadi rakyat biasa. Beliau ingin menyaksikan kehidupan di luar istana tanpa sepengetahuan siapa pun agar lebih leluasa bergerak. Baginda mulai keluar istana dengan pakaian yang amat sederhana layaknya seperti rakyat jelata. Di sebuah perkampungan beliau melihat beberapa orang berkumpul. Setelah Baginda mendekat, ternyata seorang ulama sedang menyampaikan kuliah tentang alam barzah. 

Abu Nawas Menang Lomba Berburu


Pada suatu hari yang cerah, Raja Harun Ar-Rasyid dan para pengawalnya meninggalkan istana untuk berburu. Namun, di tengah perjalanan, salah satu pejabat kerajaan yang bernama Abu Jahil menyusul dengan terengah-engah di atas kudanya. 

“Baginda… Baginda…. hamba mau mengusulkan sesuatu” katanya Abu Jahilmendekati sang Raja. “Apa usulm itu wahai Abu Jahil?... tanya Raja.

“Agar acara berburu ini menarik dan disaksikan banyak penduduk, bagaimana kalau kita sayembarakan saja?” ujar Abu Jahil dengan raut wajah serius.
Baginda Raja terdiam sejenak dan mengangguk-angguk.

“Hamba ingin beradu ketangkasan dengan Abunawas, dan nanti pemenangnya akan mendapatkan sepundi uang emas. Tapi, kalau kalah, hukumannya adalah dengan memandikan kuda-kuda istana selama 1 bulan” tutur Abu Jahil meyakinkan Raja.